Diperkirakan ada sepertiga masyarakat Indonesia yang masih belum menikmati ketersediaan listrik, terutama di Indonesia bagian Timur. Menurut catatan PLN, ketersediaan listrik di daerah tersebut rata-rata hanya 50 persen, seperti yang tercermin pada ketersediaan listrik di Kalimantan Tengah (50 %), Sulawesi Tenggara (45 %), dan Papua Barat (42%).
Namun target PLN yang ingin meningkatkan ketersediaan pada 2020 menemui hambatan serius, kekurangan daya. Dalam laporan yang diturunkan Reuters, untuk membantu meningkatkan daya sejalan dengan percepatan ekonomi Indonesia, para investor bersama-sama menanam miliaran dolar modal untuk mendukung pembangkit listrik dari energi terbarukan.
Program pemerintah difokuskan pada investasi dan pelonggaran peraturan, sementara itu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lumayan bagus dijadikan salah satu 'umpan' menarik lebih banyak investasi dari luar negeri.
Makin maraknya penanaman investasi untuk energi terbarukan—seperti panas bumi, tenaga air, biomassa dan tenaga matahari—maupun energi tidak terbarukan seperti batu bara dan gas alam, merupakan bagian dari gelombang investasi langsung. Investasi seperti ini naik sekitar 21 persen selama kuartal kedua tahun ini.
Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan, Mochmad Sofyan, mengatakan sumber investasi asing meningkat terutama dari Jepang, Eropa, Korea Selatan dan China.
Tetapi tentu saja halangannya tidak sedikit, pada 2010 energi yang mampu dihasilkan Indonesia adalah 30 ribu megawatt (MW). Ini masih jauh dengan negara tetangga kita, Australia yang mempu menghasilkan 51 ribu MW untuk penduduknya yang hanya sepersepuluh jumlah penduduk Indonesia.
Sekarang ini sekitar 12 persen energi total yang dihasilkan bersumber dari energi panas bumi dan tenaga air. PLN menargetkan pada 2019 nanti, presentase ini akan naik hingga mencapai 18 persen. Batu bara masih menjadi sumber energi utama dengan sumbangan energi sebesar 50 persen, namun diharapkan penggunaan batu bara akan meningkat hingga 60 persen pada 2019.
Dua program percepatan pengadaan energi, yang masing-masing berdaya 10 ribu MW, telah menarik minat investor asing karena pemerintah menjamin PLN akan membelinya. Program terakhir yang dicanangkan lebih berfokus pada penggunaan energi terbarukan, atau setidaknya penggunaannya akan mencapai separuh dari sumber listrik Indonesia.
Lebih jauh Sofyan mengatakan Indonesia sedang menanti terselesaikannya proyek panas bumi terbaru yang akan menambah daya sebesar 6000 MW pada 2019 dan 6100 MW sisanya dari pembangkit listrik tenaga air. Sekarang ini, baru 1200 MW daya listrik berasal dari panas bumi dan baru 4000 MW dari pembangkit listrik tenaga air.
Salah satu kendala lain adalah ijin pembukaan lahan untuk mengelola energi panas bumi. Ada kemungkinan proyek yang rencananya akan selesai pada 2014 nanti akan mengalami penundaan hingga 2017 mendatang.
__._,_.___
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
.
__,_._,___
No comments:
Post a Comment