INILAH.COM, Jakarta - Dengan kebutuhan biaya yang besar dan penggunaannya tidak praktis menjadi alasan tidak berkembangnya energi terbarukan panas bumi atau geothermal.
Demikian diungkapan Sekretaris Perseroan dan Kepala Relasi Investor PT Truba Alam Mangunggal Engineering Tbk, Gamala Katopo saat ditemui di Jakarta Jum'at (29/7). "Masalahnya bukan di kita, tapi memang karena daya absorbnya yang rendah jadi energi terbarukan panas bumi ini belum maksimal penggunaannya," tukas Gamala.
Energi geothermal hanya bisa digunakan di lingkungan sekitar sumber energi. Kalau akan dipakai daerah lain maka harus melakukan pipanisasi.
Menurutnya, energi/listrik yang dihasilkan dari panas bumi tersebut hanya bisa digunakan oleh daerah sekitar pembangkit itu saja, sehingga pemanfaatannya jadi tidak maksimal. Pemanfaatan energi panas bumi tersebut bisa saja dimaksimalkan, namun hal itu membutuhkan pipanisasi.
Demikian diungkapan Sekretaris Perseroan dan Kepala Relasi Investor PT Truba Alam Mangunggal Engineering Tbk, Gamala Katopo saat ditemui di Jakarta Jum'at (29/7). "Masalahnya bukan di kita, tapi memang karena daya absorbnya yang rendah jadi energi terbarukan panas bumi ini belum maksimal penggunaannya," tukas Gamala.
Energi geothermal hanya bisa digunakan di lingkungan sekitar sumber energi. Kalau akan dipakai daerah lain maka harus melakukan pipanisasi.
Menurutnya, energi/listrik yang dihasilkan dari panas bumi tersebut hanya bisa digunakan oleh daerah sekitar pembangkit itu saja, sehingga pemanfaatannya jadi tidak maksimal. Pemanfaatan energi panas bumi tersebut bisa saja dimaksimalkan, namun hal itu membutuhkan pipanisasi.
Jadi kebutuhan biayanya cukup besar. "Bagi kita teknologi tidak ada masalah, tapi apakah PLN mau membangun pipanisasi itu," tukas dia.
Dia menambahakan, energi terbarukan dari panas bumi bisa maju, asalkan hal itu didukung kebijakan pemerintah apakah itu pemberian insentif maupun kemudahan usaha. Potensi panas bumi Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, namun pemanfaatanya baru mencapai kurang lebih 3%.
Disadur dari : http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1749302/kurang-praktis-pemanfaatan-geothermal-minimDia menambahakan, energi terbarukan dari panas bumi bisa maju, asalkan hal itu didukung kebijakan pemerintah apakah itu pemberian insentif maupun kemudahan usaha. Potensi panas bumi Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, namun pemanfaatanya baru mencapai kurang lebih 3%.
__._,_.___
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
.
__,_._,___
No comments:
Post a Comment