0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)

0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)
MARINE SURVEY

Friday, July 29, 2011

[Oil&Gas] [news] [EBT] Lambannya Pengembangan Energi Terbarukan

 

Tidak seperti beberapa negara di dunia, Indonesia tampaknya masih enggan melirik pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Padahal, pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan emisi penyebab perubahan iklim sebesar 26 persen pada 2020.
Namun, di mata Hilmi Panigoro, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia sangat mengecewakan. "Kita itu punya regulasi yang bagus, namun minim realisasi. Lihat saja, pemerintah punya banyak rencana blue print, tapi sampai hari ini targetnya sangat minim," kata Hilmi.
Semua target pemerintah dalam pengembangan EBT hanya dapat tercapai apabila pemerintah melakukan terobosan dalam regulasi dan pembiayaan dalam mengembangkan EBT. Pernyataan Hilmi tersebut diamini oleh Kamaruddin Abdullah, Rektor Universitas Darma Persada. Menurut Kamaruddin, Indonesia memiliki potensi EBT yang luar biasa. "Mulai dari panas bumi, hydro, matahari, angin, nuklir sampai pada biomassa," ujarnya.
Namun potensi luar biasa tersebut sangat tidak diimbangi dengan pengelolaan sumber daya secara optimal. "Ini sebuah ironi, yang harus kita cari jalan keluarnya," ucapnya. Pertanyaannya, apabila sumber daya berlimpah dan siap untuk dikembangkan, apa yang menyebabkan pengembangan energi terbarukan Indonesia seperti berjalan di tempat?
Menurut Kamaruddin ada empat "dosa", yang menyebabkannya. "Masih abu-abunya kebijakan pemerintah terkait pengembangan energi terbarukan di Indonesia menurut saya adalah dosa pertama," ungkapnya yakin.
Dia mengungkapkan, meskipun target pemanfaatan energi alternatif dan terbarukan nasional telah ditetapkan sampai 2025, namun kenyataannya pengembangan energi terbarukan di Indonesia masih belum jelas. Kondisi kebijakan energi Indonesia saat ini, cukup membuktikan bahwa kebijakan yang ditelurkan pemerintah sering kali tidak dibarengi dengan rencana kerja yang mumpuni.
Kamaruddin menambahkan, masalah kebijakan pulalah yang membuat tarif produksi listrik dan harga jual listrik Indonesia sangat tidak kompetitif. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat pelaku bisnis ogah-ogahan berinvestasi dalam sektor energi terbarukan. "Mana ada orang yang mau keluar duit untuk berinvestasi, kalau dia tahu investasi itu tidak menguntungkan," tuturnya.
Karena itu, menurut dia, kebijakan yang digodok pemerintah harusnya mampu menaungi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. "Kebijakan yang jelas akan menciptakan iklim investasi yang kompetitif. Hal tersebut akan mendukung investor dalam hal pembiayaan. Investasi ini sangat berguna bagi keberlanjutan pengembangan energi terbarukan dan teknologi Indonesia di masa depan," katanya.
Permasalahan ekonomi adalah dosa ke dua yang harus diantisipasi. Menurut dia, pemerintah harus mampu memutar otak untuk mengalokasikan dana bagi pengembangan energi terbarukan. "Tapi apa bisa? Wong dana APBN kita saja defisit," ujarnya retoris.
Menurut dia, pengembangan energi terbarukan, meskipun sumber dayanya tersedia cukup berlimpah namun memerlukan dana pengembangan yang cukup besar. "Perlu diingat bahwa angka masyarakat miskin di Indonesia itu mencapai 38,4 juta orang atau mencapai 18,2 persen dari total populasi Indonesia. Nah, kebutuhan listrik murah untuk mereka juga harus kita pikirkan bersama," ucap dia.
Ironisnya, menurut Kamaruddin, selama ini pembiayaan proyek pengembangan energi terbarukan hanya bergantung pada aliran dana kredit usaha rakyat, dan dana UMKM (usaha menengah kecil dan mikro). "Karena itu diharapkan ada pelaku bisnis yang mau menjadi investor, sehingga pengembangan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan," tuturnya berharap. Pengembangan energi terbarukan secara maksimal, menurut dia, akan mempermudah akses listrik bagi masyarakat.
Dosa ketiga adalah minimnya kesadaran masyarakat. "Apa kita pernah sadar bahwa kita itu masyarakat yang sangat manja? Yang apa-apa maunya selalu dicekoki? Saatnya kita menjadi masyarakat yang mandiri," ungkapnya bersemangat.
Menurut dia, anggapan bahwa energi terbarukan itu adalah energi yang ramah lingkungan dan cukup banyak di alam Indonesia, serta tidak mahal, masih belum terekam di kepala masyarakat. "Mungkin kondisi ini yang menyebabkan masyarakat kita terlalu menyukai energi fosil, sehingga energi terbarukan menjadi terpinggirkan," katanya.
Dosa terakhir, keempat, adalah teknologi yang juga lagi-lagi masih begitu minim. Beberapa teknologi seperti sel surya yang mampu menghasilkan listrik bagi kebutuhan dasar masyarakat, ternyata masih diimpor dari luar negeri. "Masyarakat kita tidak bodoh. Generasi penerus kita banyak yang melakukan penelitian untuk pembuatan alat pengolahan energi terbarukan. Ini yang harus kita kembangkan. Jangan selalu bergantung pada luar," ucapnya.
Karena itu menurut dia, diperlukan kerja sama yang apik dari setiap elemen. Akademisi sebagai pihak yang mengembangkan teknologi energi terbarukan, pemerintah sebagai pemangku kebijakan, investor sebagai penyokong dana, dan masyarakat sebagai pengguna energi perlu bersinergi satu sama lain. "Kalau sinergi tersebut kita jalankan, saya optimistis kebijakan energi terbarukan Indonesia di masa depan akan dapat terwujud," ujarnya yakin.

Disadur dari : 
http://nasional.jurnas.com/halaman/7/2011-07-28/177838

__._,_.___
Recent Activity:
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment

LinkWithin2

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Jika anda merasa info ini berguna dan ingin mentraktir saya beli minuman, silahkan anda bisa mendonasikan sedikit rezeki anda dengan mengklik link dibawah ini:


Bisnis Tiket Pesawat Online

Disclaimer