Dear All,
Seringkali beberapa vendor "nakal" tidak memperhitungkan kualitas (safety, hasil kerja dan waktu) demi mengejar harga yang rendah. Semestinya panitia tegas dan kalau perlu belajar lagi untuk meyakinkan bahwa keselamatan tidak dapat dinilai dengan rendahnya harga.
Pengalaman saya; tinggal menunggu waktu saja bagi owner/ panitia lelang akan mendapatkan "punishment" berupa kejadian yang "fatal" baik dari sisi safety, hasil kerja dan waktu, apabila selalu memenangkan peserta tender "yang penting murah".
Biasanya bidder "nakal" ini memiliki hubungan yang sangat baik dengan panitia lelang, sehingga panitia "menutup mata" dengan kekurangan-kekurangan mereka walaupun tidak "apple to apple" dengan bidder lainnya. Barangkali bisa dibilang "oknum" dari panitia tender - namun oknumnya mayortitas juga termasuk "oknum" panitia yang memiliki wewenang mengatakan "tidak" atau "iya".
Sesungguhnya bidder/ vendor nakal ini akan sangat merugikan untuk jangka panjang bagi perusahaan/ pemberi kerja dikarenakan down time plan yang lebih lama dan tentunya nilainya tidak sebanding dengan selisih harga murah dari vendor nakal tersebut. Ini dikarenakan kualitas yang diberikan oleh vendor nakal tersebut memliki potensi besar untuk terjadinya accident, molornya pelaksanaan pekerjaan, dan pendeknya umur barang.
Semoga bermanfaat.
Wassalam,
Hari Subono
From: agussihotang <mas_agus_cakep@yahoo.com>
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, May 4, 2011 6:08 AM
Subject: Re: [Oil&Gas] Pertamina RFCC Project - Central Java
Mas Munawir,
Anda sebut casenya, kita semua akan diam.
Kalau pada akhirnya terjadi ya itu pasti ulah oknum. Saya rasa peraturan sudah seteliti dan semaksimal mungkin dibuat BPMigas untuk hal hal seperti ini. Apakah anda tahu dalam PTK 007 kalo harga dibawah 80 persen PADA DASARNYA tender gagal? Jadi kalo kebangetan juga banting harganya, too good to be true kalo ybs menang.
Untuk track record, beberapa KKKS besar sudah menerapkan vendor management. Dalam skala nasional ada daftar hitam dan kuning bagi vendor nakal dan underperform.
Untuk menjadi bagian dari solusi, apakah punya usul buat BPMigas u/ buat Vendor Management secara nasional?
Saya dengar sudah dimulai oleh BPMigas, namun butuh banyak sekali energi dan waktu untuk mencapai kesana. Karena KKKS yg ada ratusan dan berasal dari berbagai macam negara, budaya, dan kepentingan disuruh koordinasi untuk hal itu. Bisa dibayangkan.
Salam,
MAS-muhammad agus sihotang
Anda sebut casenya, kita semua akan diam.
Kalau pada akhirnya terjadi ya itu pasti ulah oknum. Saya rasa peraturan sudah seteliti dan semaksimal mungkin dibuat BPMigas untuk hal hal seperti ini. Apakah anda tahu dalam PTK 007 kalo harga dibawah 80 persen PADA DASARNYA tender gagal? Jadi kalo kebangetan juga banting harganya, too good to be true kalo ybs menang.
Untuk track record, beberapa KKKS besar sudah menerapkan vendor management. Dalam skala nasional ada daftar hitam dan kuning bagi vendor nakal dan underperform.
Untuk menjadi bagian dari solusi, apakah punya usul buat BPMigas u/ buat Vendor Management secara nasional?
Saya dengar sudah dimulai oleh BPMigas, namun butuh banyak sekali energi dan waktu untuk mencapai kesana. Karena KKKS yg ada ratusan dan berasal dari berbagai macam negara, budaya, dan kepentingan disuruh koordinasi untuk hal itu. Bisa dibayangkan.
Salam,
MAS-muhammad agus sihotang
Aus meinem Brombeer(n)®
From: "Admin Migas" <Swastioko.Budhi@indosat.net.id>
Sender: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Date: Tue, 3 May 2011 22:56:10 +0700
To: <Migas_Indonesia@yahoogroups.com>
ReplyTo: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: [Oil&Gas] Pertamina RFCC Project - Central Java
Memangnya hal yang seperti ini tidak dipikirkan oleh panitia lelang KKKS dan
BPMIGAS ?. Justifikasi dan klarifikasinya berlapis mas untuk mencegah hal
seperti ini terjadi. Tidak ada cerita pemenang lelang menurunkan standard
PPE dari yang sudah ditentukan. Celah-celah perubahan lingkup kerja (change
order) sudah ditutup rapat sebelum award dilaksanakan. Inilah dulu yang
ramai didiskusikan di Milis Migas Indonesia sewaktu pembukaan komersial
EPC-1 Cepu. Saya termasuk team teknis yang mecoba menutup celah-celah PLK
yang mungkin ditimbulkan.
Salam,
Budhi S.
----- Original Message -----
From: <amunawir@gmail.com>
To: <Migas_Indonesia@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, May 03, 2011 9:29 PM
Subject: Re: [Oil&Gas] Pertamina RFCC Project - Central Java
> Tetap pada tatanan realistis... The lowest price yg jauh dibawah nilai
> FEED estimasi akan membawa bencana, gara2 pingin menang harga dibanting...
> Ketika award kontrak, gaji karyawan disunat, PPE ga standard, mestinya dpt
> equipment baru diberi barang rekondisi.... Dan yg begini2 ini potensi
> Change Order nya besar hingga nilai project jd membengkak ga karu2an.
> Tender hanyalah diatas kertas...jika ada klaim atau pinatly dari client
> tinggal bayar Pengacara Top pasti beres..
> Saya pikir, track record kontraktor di project2 sebelumnya semestinya
> diberi bobot besar pada tahap selection... Supaya memeberi pelajaran
> berharga buat kontraktor2 yg sering nakal karena merugikan negara.
BPMIGAS ?. Justifikasi dan klarifikasinya berlapis mas untuk mencegah hal
seperti ini terjadi. Tidak ada cerita pemenang lelang menurunkan standard
PPE dari yang sudah ditentukan. Celah-celah perubahan lingkup kerja (change
order) sudah ditutup rapat sebelum award dilaksanakan. Inilah dulu yang
ramai didiskusikan di Milis Migas Indonesia sewaktu pembukaan komersial
EPC-1 Cepu. Saya termasuk team teknis yang mecoba menutup celah-celah PLK
yang mungkin ditimbulkan.
Salam,
Budhi S.
----- Original Message -----
From: <amunawir@gmail.com>
To: <Migas_Indonesia@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, May 03, 2011 9:29 PM
Subject: Re: [Oil&Gas] Pertamina RFCC Project - Central Java
> Tetap pada tatanan realistis... The lowest price yg jauh dibawah nilai
> FEED estimasi akan membawa bencana, gara2 pingin menang harga dibanting...
> Ketika award kontrak, gaji karyawan disunat, PPE ga standard, mestinya dpt
> equipment baru diberi barang rekondisi.... Dan yg begini2 ini potensi
> Change Order nya besar hingga nilai project jd membengkak ga karu2an.
> Tender hanyalah diatas kertas...jika ada klaim atau pinatly dari client
> tinggal bayar Pengacara Top pasti beres..
> Saya pikir, track record kontraktor di project2 sebelumnya semestinya
> diberi bobot besar pada tahap selection... Supaya memeberi pelajaran
> berharga buat kontraktor2 yg sering nakal karena merugikan negara.
__._,_.___
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
.
__,_._,___




No comments:
Post a Comment