wah...wah..wah
Lalu kalau di simpan terus akan beranak pinak dan apa harganya makin meningkat, ya negara punya hak menunjuk project baru untuk menggunakan material tersebut dgn harga yg cukup bagus artinya win win solution dgn project tersebut.
simple tapi mungkin instansi yg memutuskan kurang jatah nya, maka proses birokrasinya di persulit...mungkin perlu di laporkan ke KPK aja masalahnya ...kembali ke Laptop
Pala
--- In Migas_Indonesia@yahoogroups.com, khairul rizal <khr_rizal@...> wrote:
>
>
>
>
> Dear all,
>
> Saya melihat dibeberapa KKKS ada surplus material yang nilainya sangat besar
> (dalam ukuran juta an USD)
> barang masih bagus, dicoba transfer tidak ada yang mau terima (dengan segala
> macam alasan) , akhirnya
> barang tersebut di keep dan di maintain hingga puluhan / belasan tahun dan biaya
> penyimpanannya
> umumnya sudah lebih dari harga belinya (biaya gudang,inspeksi,perawatan dlll)...
>
> ketika mau dijual ,tidak bisa karena sudah dianggap aset negara (sudah di cost
> recovery), mau di write-off (bahasa keren dari harga di kiloin)
> barang masih baru dan bagus...di buy back oleh suplier atau trade-in dengan
> harga yang sama suplier tidak mau ,
> buy back by discont harga saat ini aturan belum ada?....
>
> So akhirnya ? negara mengeluarkan biaya yang besar terus menerus (waste) ?? ada
> ide ....
>
>
> KR
>
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
No comments:
Post a Comment