0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)

0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)
MARINE SURVEY

Sunday, October 16, 2011

Re: [Oil&Gas] [news][EBT] Sektor Kehutanan dalam Pengembangan Biodisel Nyamplung

 

Pak Adi,

Kita harus hati2 dalam mengolah dan mengeksploitasi Bahan Bakar dari tanaman.

Jangan sampai agresivitas program tersebut mengganggu ketersediaan tanaman pangan.

Langkah terawal yg sebaiknya dilakukan pemerintah adalah 'mengurangi' jumlah kendaraan dengan cara membatasi usia dan kondisi kendaraan.

Problem Indonesia saat ini adalah ibarat manusia makan terus tapi sisa pengolahan makanan itu tidak dikeluarkan.
Itu yang menjadi penyakit.

Bila program ini dijalankan bisa dihitung penghematan BBM, penghematan energi dr penambangan logam, dst dst.

Tidak populer memang, tapi itu cara terbaik.

Salam,
-YI-


From the desk of Yose


From: tjak adi <tjak_adi@yahoo.co.id>
Sender: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Date: Mon, 17 Oct 2011 10:47:34 +0800 (SGT)
To: meti_ires@yahoogroups.com<meti_ires@yahoogroups.com>; KEBTI-KMI@yahoogroups.com<KEBTI-KMI@yahoogroups.com>; migas indonesia<Migas_Indonesia@yahoogroups.com>
ReplyTo: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: [Oil&Gas] [news][EBT] Sektor Kehutanan dalam Pengembangan Biodisel Nyamplung

 

Krisis energi yang terjadi saat ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Sistem penyediaan energi nasional yang ada masih berorientasi kepada pemanfaat energi fosil atau sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (Unrenewable resources). Jika hal tersebut terus-menerus dilakukan suatu saat akan terjadi kelangkaan energi, sehingga diperlukan alternatif baru dalam pemanfaatan energi, yaitu dengan memanfaatkan energi baru terbarukan yang saat ini potensinya masih cukup besar untuk dikembangkan. Pemanfaatan energi terbarukan tersebut akan menjadi sebuah tantangan yang besar bagi Indonesia.
Berdasarkan Mapping Potensi Dan Penyediaan Bahan Baku Bioenergi Nasional yang disampaikan dalam Seminar Bioenergi Indonesia pada tanggal 23-24 Mei 2011 yang bertemakan Revitalisasi Program Bioenergi Nasional, saat ini terdapat beberapa tanaman penghasil bioenergi yang sangat potensial yaitu kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, karet, nyamplung, kosambi, bintaro, lontar, limbah hasil hutan, limbah hasil pertanian, singkong, jagung, sagu, aren, tebu, padi, nipah, sorgum, makroalga dan mikroalga. Berdasarkan hasil pemaparan tersebut cukup jelas bahwa sektor kehutanan dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menjawab tantangan kelangkaan energi, mengingat dari potensi yang ada 40% diantaranya berasal dari sektor kehutanan dan sebetulnya potensi yang berasal dari sektor ini di alam diperkirakan masih cukup banyak, hanya saja masih diperlukan penelitian yang panjang. Salah satu kontribusi nyata sektor kehutanan dalam pengembangan energi terbarukan adalah pengembangan biodiesel dari pohon nyamplung.
Nyamplung atau Callophyllum inophyllum merupakan salah satu pohon yang memiliki potensi sebagai bahan baku biodiesel. Pohon ini banyak tumbuh dipesisir pantai dan tersebar merata di seluruh Indonesia. Biodisel yang dihasilkan berasal dari biji nyamplung. Kelebihan nyamplung adalah biji mempunyai rendemen yang tinggi, yaitu rendemen minyak (40%-37%) dan rendemen biodiesel sebesar 13%-45%. Selain itu nyamplung juga memiliki keunggulan lain yaitu pemanfaatan tidak berkompetisi dengan kepentingan pangan, pohon tumbuh dan tersebar merata secara alami, regenerasi mudah dan dapat berubah sepanjang tahun, daya survival tinggi terhadap lingukungan, hampir seluruh bagian memiliki nilai ekonomi dan ekologi.
Semangat program bioenergi tersebut di sektor kehutanan sesungguhnya sudah ada sejak tahun 2005, Menteri kehutanan melalui Balitbang Kehutanan telah melakukan penelitian secara intensif, capaian-capaian yang menggembirakan pun telah diraih. Hasil penelitian intensif ini membuahkan hasil salah satunya adalah biodiesel dari biji nyamplung telah diuji sifat-sifat fisiko-kimianya oleh Pusat Litbang Minyak dan Gas Bumi (2008) dan semua sifat-sifatnya (sebanyak 17 sifat) telah memenuhi standar nasional indonesia (SNI) untuk biodiesel, No: 04-7182-2006. Berdasarkan uji coba pada kendaraan bus pun diperoleh hasil yang memuaskan tanpa masalah teknis permesinan, kendaraan dapat melaju dengan kecepatan 120 km/jam dengan jarak 370 km. Namun saat ini pamor tersebut tidak terdengar kembali seolah melemah atau dapat dikatakan "seperti jalan ditempat" apa sebenarnya yang terjadi?
Persoalan tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa hal yaitu keterbatasan sumberdaya manusia dalam menggunakan teknologi, bahan baku penunjang sulit didapatkan dan prospek pasar nyamplung saat ini belum dapat dimaksimalkan. Studi kasus seperti pengolahan biji nyamplung pada Desa Mandiri Energi di Desa Buluagung Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi. Pengolahan nyamplung di daerah tersebut kini sudah lama tidak berproduksi, padahal bahan baku tersedia melimpah, mengingat biodiesel yang berasal dari nyamplung belum ekonomis, hal ini dikarenakan biaya produksi yang tinggi dan daya beli yang rendah. Memang pada awalnya penduduk sekitar banyak yang menggunakan nyamplung sebagai bahan bakar "gerandong' (truk pengangkut hasil pertanian), sayangnya penggunaan tersebut hanya sebagai bahan uji coba, para pengemudi gerandong enggan membeli bahan bakar tersebut dan mereka sanksi menggunakannya, karena warnanya yang hitam dan kental berbeda dengan biodiesel pada umumnya, sehingga para pengolah biodiesel nyamplung pun harus berlapang dada dengan memberikan biodiesel tersebut secara gratis, jika ada pembeli pun itu hanya dari kalangan tertentu saja seperti kalangan akademisi atau peneliti untuk dijadikan bahan baku dalam kegiatan penelitian selanjutnya. Pangsa pasar nyamplung jelas belum terbuka luas untuk masyarakat. selain terkendala di pasar kendala utamanya ada di bahan baku penunjang, industri pengolahan biodisel nyamplung di Banyuwangi mengeluhkan mahalnya dan sulitnya mencari bahan baku methanol untuk esterifikasi, methanol harus diperoleh dari luar kota, pengusaha pun harus mengeluarkan biaya yang lebih besar, sementara hasil biodiesel dijual dengan harga murah setara dengan solar dipasaran yaitu Rp. 4.500, untuk mereduksi biaya terkadang methanol yang telah dipakai digunakan kembali akan tetapi methanol tersebut memiliki % kandungan yang berbeda dan hal ini dapat mempengaruhi hasil akhir biodiesel. Kualitas Biodiesel yang dihasilkan dari nyamplung pun masih meragukan, para konsumen banyak yang mengeluhkan bau biodiesel yang tidak sedap, warna yang hitam pekat dan sangat kental. Sehingga kajian ekonomi industri pengolahan biodiesel nyamplung di daerah ini masih menunjukan angka ketidak layakan, akan tetapi masih memungkinkan jika bahan bakar yang dijual adalah biokerosin (minyak tanah), sayangnya biokerosin yang dihasilkan masih memerlukan beberapa penelitian secara fisik dan kimia, mengingat kualitas biokerosin yang dihasilkan masih memiliki daya viskositas yang tinggi sehingga daya kapilaritasnya rendah, selain itu bau biokerosin yang dihasilkan sangat menyengat.
Kasus nyamplung di daerah tersebut merupakan contoh kecil dari permasalahan bioenergi yang kita hadapi, dengan gambaran tersebut diharapkan akan ada tekonologi baru yang mampu mereduksi kendala yang ada sehingga dapat menghasilkan kualitas biodisel yang baik. Teknologi baru tidak akan berjalan tanpa diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Peningkatan sumber daya manusia dalam pengembangan biodisel nyamplung dapat dilakukan dengan memanfaatkan semua peluang yang ada dalam bidang pendidikan sebagai sarana pengembangan diri yang produktif, salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah dengan memanfaatkan beasiswa unggulan yang diberikan oleh pemerintah melalui kementrian pendidikan nasional. Jenis besiswa unggulan yang memungkinkan dimanfaatkan oleh para pengembang biodisel nyamplung adalah beasiswa unggulan P3SWOT atau beasiswa pendidikan yang diperuntukan untuk peneliti, pencipta, penulis, seniman, wartawan, olahragawan dan tokoh. Para pengembang biodisel dapat mengambil spesifikasi peneliti dan pencipta, kedepannya setelah mengikuti program ini para pengembang biodisel nyamplung dapat menciptaan dan menemukan terobosan baru dalam bidang ketahanan energi, yang dapat menjawab persoalan tersendatnya program pengembangan energi yang ada saat ini termasuk nyamplung. Jika teknologi yang ada telah tepat dan mampu menghasilkan kualitas biodisel yang baik, barulah kita mengembangkan kearah yang selanjutnya yaitu pengembangan potensi dan pemasarannya. Peluang Kehutanan dalam hal ini pun akan sangat terbuka lebar, selain karena kita merupakan domain pemegang bahan baku bioenergi, adanya peraturan pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional yang menetapkan target penyediaan bahan baku energi nasional harus dipenuhi melalui pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan sebesar 17% pada tahun 2025. Terlebih lagi dengan dibentuknya Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi, telah dicanangkan Visi Energi 25/25, yaitu inisiatif untuk pencapaian target pangsa energi baru terbarukan yang lebih tinggi dalam bauran energi nasional, yaitu sebesar 25% pada tahun 2025. Visi Energi 25/25 ini menekankan pada 2 (dua) hal penting, yaitu upaya "konservasi energi" di sisi pemanfaatan untuk menekan laju penggunaan energi nasional, dan upaya "diversifikasi energi" di sisi penyediaan dengan mengutamakan energi baru terbarukan. Peraturan tersebut secara tersirat menghimbau untuk dapat melakukan penurunan terhadap konsumsi bahan bakar fosil dengan memanfaatkan potensi tanaman bioenergi yang ada, kehutanan dan pertanian sebagai pihak yang bergerak dalam bahan baku perlu melakukan konservasi energi dengan mengembangkan budidaya tanaman-tanaman penghasil bioenergi, agar pemanfaatan menjadi lebih maksimal. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, diperkirakan Indonesia akan mampu menghemat sekitar 700 ribu ton elpiji atau setara dengan 900 juta liter minyak tanah.Kehutanan memiliki andil besar dalam visi energi 25/25, Jadi??? Apakah kita akan memulai semuanya setelah terlambat???? Tentu Tidak!!! Sekaranglah saatnya kita untuk berkarya, saat ini tidak perlu 100 cukup dengan 25/25 saja.


Disadur dari : 

__._,_.___
Recent Activity:
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment

LinkWithin2

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget
Jika anda merasa info ini berguna dan ingin mentraktir saya beli minuman, silahkan anda bisa mendonasikan sedikit rezeki anda dengan mengklik link dibawah ini:


Bisnis Tiket Pesawat Online

Disclaimer