Setuju sama Om Feldy,
Saya kenal suaminya temen ilmuan yang stayed di Menchester, namanya Maldivac Oceandy, memutuskan long stay di sana krn memang pemerintahnya mengakomodir ilmuan2 seperti beliau.
Salam
Alex Herianto
Warm regards,
Alex Herianto
0811543151
Maaf saya rasa justru ini berbeda konteks dengan engineer yang kerja di Perusahaan asing. Para ilmuwan dipersilahkan tidak pulang karena minim-nya riset, biaya, dan fasilitas di Indonesia untuk menghasilkan karya scientific, hasilnya tentu banyak scientist asal Indonesia yang justru menghasilkan karya yang baik di dunia science internasional karena didukung oleh dana dan fasilitas yang baik ditempat mereka bekerja sekarang. Sedangkan menurut saya engineer yang pergi bekerja keluar negeri semata-mata memang hanya mencari penghasilan yang lebih baik, dan tentu engineer tersebut pun tidak harus bekerja diluar negeri untuk menghasilkan karya mereka karena untuk pekerjaan engineering khususnya oil and gas juga bisa dikerjakan di Indonesia.
Saya tidak bermaksud menyalahkan engineer yang bekerja di luar negeri dan menyuruh pulang, namun hanya ingin memberitahukan bahwa maksud Bapak Habibie diatas berbeda konteks dengan yang saudara sebutkan.
Terima kasih,
Feldy
On Thu Aug 4th, 2011 2:37 AM EDT Afda Rizki wrote:
>
> Saya kira ini juga berlaku untuk para nomaden engineer, para "tentara
> bayaran" yang menyebar di banyak kumpeni di luar negri sana
>
>
> Habibie: Ilmuwan Nggak Usah Pulang ke Indonesia
>
>Republika -- Min, 31 Jul 2011
>
>REPUBLIKA.CO.ID,AACHEN - B.J. Habibie memaklumi adanya orang pintar Indonesia yang memilih tidak pulang ke tanah airnya. Meski memilih tinggal di luar negeri, Habibie yakin orang-orang itu tetap cinta Indonesia.
>
>"Dari zaman saya di Eropa, isunya sama: /brain drain/. Tapi, kita realistis saja. Bagaimana orang pintar mau pulang ke Indonesia kalau tidak ada lapangan pekerjaan di sana," kata Habibie saat memberikan kuliah umum di kota Aachen, Jerman, Sabtu (30/7).
>
>Ia berbicara banyak soal IPTEK, ekonomi, /brain drain/, dan kenangan masa mudanya di kota teknik Jerman, Aachen. Antusiasme masyarakat (intelektual) Indonesia memang terlihat di acara ini. Sekitar 470 mahasiswa di daratan Eropa menyempatkan diri datang ke Aachen.
>
>Habibie sendiri terlihat segar, antusias dan seperti biasa penuh senyum. Ia memulai dua sesi kuliah umum dengan menceritakan pengalamannya berkuliah di Aachen pada tahun 1950-an. Ketika panitia mengisyaratkan bahwa waktu yang diberikan terbatas, kakek yang pandai melucu ini berseloroh,"Kekurangan saya memang itu: tidak bisa berhenti kalau sudah ngomong."
>
>*Brain Drain
>*Pada sesi tanya-jawab, seorang mahasiswi sempat mempertanyakan bagaimana mungkin kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa ditingkatkan jika sekolah pun belum terjamin untuk semua anak Indonesia. Habibie menanggapi dengan ringan.
>
>"Indonesia kan punya banyak sekali sumber daya alam. Harusnya SDA itu yang dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan otak manusianya,'' katanya. "Ya, jangan pesimis, /dong/. Nggak maju-maju kita kalau pesimis terus. Saya yakin Indonesia bisa. Soal kemampuan /sih, nggak /usah dipertanyakan lagi."
>
>Masalah /brain drain/ pun Habibie tak cemas. "Bohong itu kalau bilang, orang Indonesia yang di luar negeri /are lost people/ yang nggak punya nasionalisme."
>
>Menurutnya, pilihan yang realisitis untuk (sementara) bertahan di luar negeri. Apalagi untuk para ilmuwan, kondisi dalam negeri tidak mendukung mereka melakukan riset atau mengembangkan keahlian.
>
>"Tapi saya yakin, jika ada kesempatan, tak ada orang Indonesia yang tidak ingin berbakti pada tanah air," katanya. "/Nggak/ masalah kalau sekarang mereka ingin 'mencari bekal' dulu di luar negeri."
>
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
No comments:
Post a Comment