0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)

0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)
MARINE SURVEY

Sunday, October 23, 2011

Re: Bls: FW: [Oil&Gas] Sertifikasi Tenaga Ahli Nasional dan Tenaga Trampil Nasional Sektor Jasa Konstruksi.

Rekan Ihsan,

Jika rekan memang "be gentle" marilah kita bertemu muka dan menyelesaikan masalah ini dengan sikap dewasa dan beredukasi.

Sungguh disayangkan jika rekan Ihsan masih mencari dukungan dengan mengirimkan ulasan ini ke milis Migas!

Saya jujur saja tidak kuatir dengan apa yang saya ungkapkan karena benar2 faktanya bahwa masih banyak proyek2 di Indonesia non-government yang memakai standard asing spt BS, ASME, Australian standard etc.

Apabila rekan hanya mencari sensasi dengan menarik empati ke MMI dan KMI itu justru membuat saya lega karena kejujuran adlh benih utama bagi saya.

Kepada rekan2 senior KMI/MMI apakah salah jika saya mengungkapkan hal2 yang saya temukan selama saya menjadi praktisi di lapangan selama more than 15 years?

Justru itulah hal2 yg musti kita perhatikan seperti uraian Pak Kurtubi saat saya mengikuti Seminar HUT KMI/ MMI beberapa minggu yang lalu.

Ini adalah suatu fakta/temuan bahwa SNI belum terimplementasi dengan sempurna di lini bawah.

Lalu masalah sertifikasi? Kenapa kita masih bergantung dengan institusi asing? Dan memandang sebelah mata terhadap asosiasi seperti PIPI dan sejenisnya?

Saya paham bahwa di Indonesia sudah ada IAMPI dan PMI jakarta chapter, namun untuk standard Indonesia perlu digairahkan kembali fungsi PII karena setahu saya asosiasi tertua di Indonesia untuk profesi insinyur ya PII.

Jadi rekan Ihsan janganlah menambah daftar attitude yang kurang baik dengan melakukan "move". Seperti saat ini.

Saya juga melihat bahwa dengan membawa hal ini ke ranah KMI/MMI menunjukkan bahwa rekan Ihsan belum memahami arti berpendapat dengan sopan-santun serta ber-etika.

Salam KMI/MMI,
IHA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "^_^ ihsan" <ihsanmail@gmail.com>
Sender: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Date: Sun, 23 Oct 2011 13:29:18
To: <Migas_Indonesia@yahoogroups.com>; <ProjectControls_Indonesia@yahoogroups.com>
Reply-To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: FW: [Oil&Gas] Sertifikasi Tenaga Ahli Nasional dan Tenaga
Trampil Nasional Sektor Jasa Konstruksi.

Saya kurang sependapat dengan apa yang telah diutarakan oleh Bapak Irawan
Haditomo.

Apa indikasi yang benar-benar menyatakan bahwa Indonesia sudah layak disebut
sbg negara yang tertinggal/bukan negara maju? Kalau Bapak hanya selalu saja
melihat bahwa gelas masih setengah kosong, ya begitulah jadinya. Tolong Pak
ubah segera mindsetnya, lihatlah bahwa memang gelas yg dimaksud sudah ada
isinya sebagian.

Tolong Pak beritahukan kepada saya, negara manakah yg memberikan statement
bahwa mereka benar2 menolak standard SNI, atau mnyatakan bahwa standard SNI
itu jelek. Tolong Pak Irawan, dikonfirmasi pertanyaan saya ini. Perkara
semua produk Indonesia dapat bersaing dan mempunyai nilai yang jauh lebih
baik daripada bangsa lain janganlah langsung begitu saja dihubungkan dgn
standard SNI. Standardnya sudah bagus, yg bermasalah hanya pada
implementasinya saja.

Apa yang dikatakan oleh Pak Cahyo itu tidaklah seburuk apa yang ada didalam
pikiran Pak Irawan.
Pak Cahyo hanya sekedar mengutarakan pendapatnya saja: "mengapa begitu
banyak lembaga2 di negeri ini yang keliatannya cenderung mencari pendanaan
dengan cara menerbitkan certifikasi2 sejenis"

Kenapa malah dijawab : "Saya melihat disini ada arogansi dengan menuduh
asosiasi hanya mencari uang demi berlangsungnya kehidupan asosiasi tersebut"

Aduh Pak Irawan,,, kenapa dikau berpikir seperti itu

Seharusnya yg menjawab pertanyaan Pak Cahyo ini adalah pihak lembaga PIPI,
dengan cara menerangkan secara detail, rincian dari biaya sertifikasinya
seperti apa sich? Wajar dong bila ada yg berpandangan seperti itu, sekian
juta hanya untuk sebuah sertifikat ? Padahal kalau mau di cross-check ke
lapangan: harga kertas sertifikat + printing + laminating + biaya capek2
--> tidak lebih dari Rp50ribu saja.

Singkatnya harus ada transparansi dari pihak lembaga PIPI sendiri.

Kalau Pak Irawan berkata: "kapan bangsa Indonesia mau diakui oleh bangsa
besar lainnya kalau engineer Indonesia malahan melecehkan asosiasi nasional"
jawabannya: Jaka Sembung naik ojek !!!

Dari dulu sudah diakui kok..

Pak Irawan ini bagaimana sich, sebagai pengagum Alm. Soekarno dan juga
sebagai pengagumnya Pak Habibie, seharusnya pertanyaan yg seperti ini tidak
keluar lagi dimilis.

Mulai dari nenek moyang sampai generasi yg skrg, pada zamannya masing2 sudah
mendapatkan pengakuan & menorehkan penghargaan dari bangsa lain.

Tengoklah Candi Borobudur yg bisa dibangun dengan sebegitu luasnya dan
sebegitu indahnya, komplit dengan arsitektur makro & mikronya, padahal
teknologi beton waktu itu masih belum ada.
SAP Etab AutoCAD Solidworks PDMS MSOffice MSProject Primavera Pertmaster
Suretrack Artemis Google SkectUp MSWindows LotusNotes AdobeAcrobat dlsb
belumlah muncul di pasaran bebas.
Komputerpun masih belum ada karena yg namanya transistor masih berupa
"makhluk ghaib" pada waktu itu.

Tengoklah lagi para kawula muda yg meraih medali emas diajang olimpiade
bergengsi tingkat internasional.
Untuk peneliti, banyak buanget Pak yang sudah menorehkan prestasi diajang
internasional, hanya sayang tidak diekspos habis-habisan ditayangan seputar
selebriti.

Masih kurang Pak Irawan?
OK-lah kalau begitu saya minta tolong kepada Pak DAM & anggota2 Milis Migas
yg terhormat, utk menjelaskan sekali lagi kpd Pak Irawan, bahwa memang
engineer anak bangsa sudah di"harga"i dengan layak oleh bangsa lain ;-)

Masih kurang Pak Irawan?
Oalah... rek-rek... yg masih kurang itu ternyata kemampuan teknis dari Pak
Irawan sendiri.
Uring2an saya Pak, ketika mengetahui kemampuan SekJen ITAPPI sekaligus
penasehatnya, ternyata kemampuannya bisa disamakan dengan kemampuan
Freshgraduate Project Control : manipulasi Gant-Chart sj kok masih
kebingungan ya... Padahal jelas-jelas sebelumnya Pak Irawan memproklamirkan
diri sebagai ahlinya MS. Project di Indonesia.

Seharusnya semakin tua pengalaman, semakin ngelotok ilmunya, semakin
merendahkan diri...


Demikian tangapan2 dari saya,
bila ada hal2 yg salah, mohon masukannya dari para Senior-Senior sekalian.


Thanks,
-Ixn-

------------------------------------

--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Migas_Indonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Migas_Indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

No comments:

Post a Comment

LinkWithin2

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget
Jika anda merasa info ini berguna dan ingin mentraktir saya beli minuman, silahkan anda bisa mendonasikan sedikit rezeki anda dengan mengklik link dibawah ini:


Bisnis Tiket Pesawat Online

Disclaimer