0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)

0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)
MARINE SURVEY

Tuesday, October 11, 2011

[Oil&Gas] Kesimpulan Seminar KMI Menatap Masa Depan Produksi Migas Ind tanggal 6 Oktober 2011

 


KESIMPULAN SEMINAR KMI

"MENATAP MASA DEPAN PRODUKSI MIGAS INDONESIA"
 
 
  • Kondisi Indonesia saat ini masih mengandalkan produksi migas sebagai sumber pendapatan negara. Namun, permasalahannya produksi minyak kian menurun (declining 12% per tahun). Oleh karena itu, pengembangan gas dioptimalkan (From Oil to Gas), pengembangan terhadap potensi gas di area Timur dan juga peningkatan kualitas dari fasilitas penunjangnya yang sebagian besar sudah digunakan dalam waktu yang lama (lebih dari 15 tahun). 

  • Teknologi merupakan salah satu faktor penting dalam menekan laju penurunan produksi minyak Indonesia karena keadaan faktual sumur minyak yang semakin menua. Hal ini seharusnya mendorong kita untuk dapat mengeksplorasi sumur baru maupun mengoptimalisasi sumber daya minyak ekivalen (gas bumi)
·         Mengacu pada PP No. 79 Thn. 2010 dan PERMEN ESDM No. 22 Thn. 2008 sebagai peraturan yang mengatur permasalahan COST RECOVERY, harus terdapat benchmark untuk implementasi yang terstandarisasi secara internasional, best practice, dan transparan. Karena dalam prakteknya masih banyak hal yang belum diatur secara detail.

·         Migas tidak hanya sebagai common revenue tapi juga sebagai economic growth. Dalam paradigma baru diharapkan government contract dengan investor, kemudian diharapkan terdapat keterlibatan perusahaan-perusahaan domestik sebagai value chain, misalnya dalam hal distribusi dan EPC Process.

·         Subsidi energi sebaiknya direduksi dan bisa diatur sedemikian rupa sehingga tepat sasaran. Kemudian pengalokasian dari subsidi bisa dimanfaatkan untuk infrastruktur .

·         Pemerintah perlu lebih proaktif dalam membangun dan menjaga iklim investasi yang kompetitif dengan negara lain sehingga roda ekonomi bangsa berjalan dengan optimal.

·         Pengambilan keputusan dalam Operational Project Migas dapat dilakukan dengan pendekatan TECOP (Technical, Economical, Commercial, Organizational, Political )
·         UU Prp. No. 44 Tahun 1960 dan UU No.8 Tahun 1971 jelas menyebutkan Kuasa Pertambangan ada di tangan Pemerintah dan diberikan kepada Perusahaan Negara (Pertamina). Namun kerancuan dalam hal penataan/bentuk struktur kelembagaan yang sekarang menyebabkan amanah ini tidak terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan Penataan Kembali  Kelembagaan Hulu Migas untuk mengoptimalkan penerapan amanah UU di atas.
·         BPMIGAS sebagai perwakilan pemerintah perlu melakukan pengawasan yang lebih intensif lagi agar pengambilan sumber daya alam dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara, mengingat penemuan cadangan minyak yang baru lebih sedikit dibanding dengan produksi minyak tahunan sehingga dapat mengancam ketahanan energi nasional.

·         Terdapat beberapa alternatif terkait Penataan Kembali  Kelembagaan Hulu Migas:
Alternative 1: Kembali ke UU 8 Thn.1971 yang relatif simpel dan tipikal untuk negara-negara yang memiliki perusahaan migas sendiri.
Alternative 2: Modifikasi dari Alternatif 1 yaitu dengan mengubah status BPMIGAS menjadi BUMN Migas ke 2 seperti yang diterapkan di negara Norwegia
Alternative 3: Memperkuat BPMIGAS, yaitu dengan memberikan kuasa pertambangan kepada BPMIGAS. Statusnya tetap sebagai BHMN, dan tetap di bawah kementrian ESDM BUKAN di langsung di bawah Presiden, kemudian dapat diawasi oleh Dewan Pengawas.

·         Terkait dengan kondisi investasi migas di Indonesia yang kurang baik, produksi minyak sangat rendah, ketergantungan pada minyak import semakin tinggi, ketahanan energi nasional sangat rawan, dan terjualnya kekayaan gas nasional ke luar negeri dengan harga murah, maka dibutuhkan tindakan segera dalam pengelolaan kekayaan migas nasional mengikuti prinsip ekonomi yang effisien dibawah kendali entitas bisnis milik negara.

·         Pengelolaan Gas Bumi sebaiknya terintegrasi di bawah 1 atap. Hal ini akan sangat menguntungkan karena akan menguatkan posisi kita sebagai penjual, dan tidak akan mudah diintervensi. Selain itu, sistem yang seperti ini juga merupakan sistem yang paling aman dalam menjamin ketersediaan permintaan gas dari berbagai pihak.

__._,_.___
Recent Activity:
--------------------------------------------------------------
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
Untuk pergantian alamat email dan pengiriman attachment
silahkan hubungi webmaster(at)migas-indonesia.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
--------------------------------------------------------------
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment

LinkWithin2

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget
Jika anda merasa info ini berguna dan ingin mentraktir saya beli minuman, silahkan anda bisa mendonasikan sedikit rezeki anda dengan mengklik link dibawah ini:


Bisnis Tiket Pesawat Online

Disclaimer